Gendut sedang kesal dan hal yang bisa
meredam kegalauan hatinya hanyalah
makan sebanyak-banyaknya.
Ia pun pergi ke rumah makan kesukaannya
dan memesan ayam goreng satu potong.
Beberapa saat kemudian pesanannya
datang.
Tapi begitu ia akan menikmatinya,
pelayan lain datang dan berkata, “Aduh,
maaf Mas. Itu sebenarnya pesanan lelaki
tinggi besar yang di sana itu. Dan ini
merupakan stok ayam terakhir yang kami
punya. Maaf ya Mas.”
Gendut menoleh ke arah lelaki yang
ditunjuk, lalu berkata, “Karena sudah
terlanjur di sini, jadi ayam ini milik
saya. Toh saya juga membayar.”
Sementara si pelayan restoran tampak
kebingungan, lelaki tinggi besar dengan
wajah marah sambil membawa pisau makan
menghampiri Gendut.
“Hai gendut, jangan sentuh!! Apapun
yang kamu lakukan terhadap ayam itu
akan aku lakukan terhadapmu. Kamu
potong kakinya, aku potong kakimu. Kamu
potong perutnya, aku potong juga tusuk
juga perutmu. Pokoknya apapun yang kamu
lakukan, akan aku lakukan juga padamu.”
Gendut terdiam beberapa saat, lalu
pelan-pelan ia mengangkat ayamnya,
membawanya ke depan mulutnya, lalu
menjilati pantatnya.

![Siena IV (The Tuscany Series) [Explore] Siena IV (The Tuscany Series) [Explore]](http://static.flickr.com/7083/7320391910_8e527775a2_t.jpg)